"Kak Nick... otaknya mulai kotor deh," decak Arin. Napas wanita itu putus-putus, tapi anehnya, pinggulnya malah sengaja digesekkan makin rapat ke perut keras pria itu. "Kamu yang mancing duluan," bisik Nick serak. Hidungnya menggesek rahang Arin. "Lagian, kalau udah berduaan sama kamu, masa aku harus sok jaim?" Satu detik kemudian, tangan Nick terulur mematikan kran shower. "Sini," perintah Nick.Tanpa aba-aba, Nick mengangkat tubuh basah Arin. Arin refleks mengalungkan kedua kakinya ke pinggang Nick, membiarkan pria itu membawanya keluar dari bilik kaca yang mengembun, lalu menurunkan wanita itu perlahan di atas meja wastafel.Tepat di hadapan mereka, sebuah cermin besar seukuran dinding memantulkan siluet dua manusia yang basah dan saling menempel tanpa sehelai benang pun."Di studio waktu itu, aku harus pelan-pelan karena kamu ketakutan," bisik Nick. Jemarinya mulai meremas lembut kedua gundukan kenyal Arin. Sesekali, Nick memilintir putik dada Arin yang sudah menegang karena
Terakhir Diperbarui : 2026-08-17 Baca selengkapnya