“Apaan sih Tuan Arga. Kalau di sekolah aja, sok-sok nggak kenal,” teriakku saat tidak sengaja berpapasan dengan Tuan Arga di lorong sekolah.Tuan Arga yang tadinya memasang raut wajah dingin seketika berubah menjadi pucat pasi. Dia langsung menutup mulutku dari belakang dengan tangan kirinya. Sementara itu, tangan kanannya berada di pinggangku untuk mendorong aku menepi. Beruntung, saat itu keadaan lorong sekolah cukup sepi. Tidak ada siapa-siapa. Kini, hanya ada aku dan Tuan Arga yang terhalang oleh papan mading besar. “Lu kenapa tiba-tiba ngomong gitu? Kalau ada yang denger gimana?” protes Tuan Arga.“Biarin. Biar sekolah tahu kita ini siapa,” kataku dengan manja.Setelah kejadian semalam, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi seberani ini kepada Tuan Arga. Walaupun, sebenarnya Tuan Arga tidak menjelaskan maksudnya memegang tanganku seperti itu. Akan tetapi, hal yang pasti adalah perempuan mana yang tidak baper diperlakukan seperti itu.“Sekarang, mau lu apa?” tanya Arga yang terlihat
Dernière mise à jour : 2026-07-30 Read More