Saat pria itu sedang menyeret Elsa ke dalam mobil, dia berhasil dibekuk. Mendengarnya saja sudah membuatku merinding ketakutan. Seandainya hari itu kami tidak menyadarinya tepat waktu, akibatnya pasti tidak terbayangkan.Aku menatap wajah Elsa yang sedang tertidur lelap dan hatiku dipenuhi rasa bersalah. Nathan merangkul bahuku dan menghiburku."Ini bukan salahmu, Annisa. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Aku akan memastikan orang-orang jahat itu membayar perbuatannya."Beberapa hari kemudian, pihak kepolisian mengabarkan bahwa kedua pelaku telah mengakui semua perbuatannya dan bukti-bukti juga sudah lengkap. Namun, keduanya mengajukan pemeriksaan kejiwaan dengan alasan mengidap gangguan mental.Nathan mengangguk setelah mendengarnya."Kalau memang benar mereka mengalami gangguan mental, silakan proses sesuai prosedur. Terima kasih, Pak Polisi. Maaf sudah merepotkan."Keinginan mereka pun terkabul. Keduanya dikirim ke rumah sakit jiwa.Saat aku dan Nathan datang menjenguk, Rasya
Read more