Short
Menghamili Selingkuhannya, Aku Memilih Bercerai

Menghamili Selingkuhannya, Aku Memilih Bercerai

By:  OdaraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
2.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, aku mengajukan perceraian kepada suamiku. Dia mencibir. "Cuma karena aku bantu pesanin pusat perawatan pascamelahirkan untuknya, tapi nggak untukmu?" "Ya." Tanpa ragu, dia menandatangani surat perjanjian perceraian. "Kalau begitu, sebaiknya kamu segera pindah. Biar Rasya juga bisa cepat pindah ke sini untuk jaga kandungannya." Selama lima tahun pernikahan kami, Stephen telah berselingkuh sepuluh kali, dan sepuluh kali pula aku memaafkannya. Dia yakin aku tidak akan pernah bisa meninggalkannya. Namun, dia tidak tahu bahwa semua ini hanyalah alasan. Pusat perawatan pascamelahirkan sudah kupesan sendiri, begitu juga tiket untuk pergi. Kali ini, hubungan kami benar-benar berakhir.

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, aku mengajukan perceraian kepada suamiku. Dia mencibir. "Cuma karena aku bantu pesanin pusat perawatan pascamelahirkan untuknya, tapi nggak untukmu?"

"Ya."

Tanpa ragu, dia menandatangani surat perjanjian perceraian.

"Kalau begitu, sebaiknya kamu segera pindah. Biar Rasya juga bisa cepat pindah ke sini untuk jaga kandungannya."

Selama lima tahun pernikahan kami, Stephen telah berselingkuh sepuluh kali, dan sepuluh kali pula aku memaafkannya. Dia yakin aku tidak akan pernah bisa meninggalkannya.

Namun, dia tidak tahu bahwa semua ini hanyalah alasan. Pusat perawatan pascamelahirkan sudah kupesan sendiri, begitu juga tiket untuk pergi.

Kali ini, hubungan kami benar-benar berakhir.

....

Stephen berpesan kepadaku dengan nada acuh tak acuh, "Kalau sudah puas buat onarnya, kabari aku dulu. Jangan tiba-tiba pulang lalu mengganggu Rasya."

Pada tahun ketiga pernikahan kami, aku menemukan riwayat percakapan Stephen dan Rasya di ponselnya. Mereka saling mengucapkan selamat malam dan berbagi cerita keseharian.

Aku pergi menemuinya untuk meminta penjelasan, tetapi Stephen malah mengatakan aku terlalu sensitif. Dia bahkan menjadikan hal itu sebagai bahan lelucon di depan teman-teman dan orang tuanya. Sekarang pun, dia masih menganggap aku hanya sedang membuat keributan.

Rasya masuk sambil mengelus perutnya.

"Kak Stephen, perutku agak nggak nyaman ...."

Stephen segera menelepon dokter keluarga. Setelah memastikan tidak ada masalah, barulah dia merasa tenang.

Aku bersiap pergi.

Namun, Rasya memanggilku, "Annisa, jangan salah paham. Kak Stephen pesanin kamar perawatan pascamelahirkan untukku hanya karena kondisi tubuhku nggak sekuat tubuhmu."

Aku hanya menjawab dengan tenang, "Oh. Semoga kalian berbahagia."

Lalu, aku berbalik dan melangkah pergi.

Aku tidak menyangka Rasya akan menghampiriku untuk menarikku. Sebelum sempat melakukan apa pun, dia sudah terhuyung dan jatuh terduduk kembali ke sofa.

"Annisa, aku tahu kamu masih marah. Tapi aku sedang mengandung. Kenapa kamu tega langsung mukul aku?"

Wanita itu menggigit bibirnya dan mulai menangis.

Stephen segera memeluknya sambil membujuk dengan lembut, lalu menatapku dengan dingin. "Minta maaf sama Rasya."

Selama bertahun-tahun ini, aku sudah meminta maaf karena terlalu banyak hal.

Karena tanpa sengaja membuat pacar barunya mengetahui identitasku hingga membuatnya sedih. Karena memergoki Stephen bergumul mesra dengan wanita lain di ranjangku sendiri dan mengganggu kesenangannya.

Rasya menundukkan kepala sambil terisak pelan, lalu menyandarkan seluruh tubuhnya ke pelukan Stephen.

"Aku suruh kamu minta maaf sama Rasya. Apa kamu tuli?"

Pria itu menarikku dengan kasar. Lututku membentur sudut meja. Sambil menggenggam telapak tanganku dengan erat, aku menatap Rasya dan dengan sungguh-sungguh mengucapkan tiga kali, "Maaf."

Lalu, aku menoleh kepada Stephen.

"Sudah cukup?"

Melihat lututku yang memerah karena benturan, nada bicaranya akhirnya sedikit melunak.

"Annisa, selama kamu berhenti bikin keributan, akan selalu ada tempat untukmu di sisiku. Kamu ...."

"Aduh, sakit sekali, Kak Stephen."

Ucapannya terputus. Dalam sekejap, seluruh perhatian Stephen kembali tertuju kepada Rasya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status