LOGINSaat usia kehamilanku memasuki delapan bulan, aku mengajukan perceraian kepada suamiku. Dia mencibir. "Cuma karena aku bantu pesanin pusat perawatan pascamelahirkan untuknya, tapi nggak untukmu?" "Ya." Tanpa ragu, dia menandatangani surat perjanjian perceraian. "Kalau begitu, sebaiknya kamu segera pindah. Biar Rasya juga bisa cepat pindah ke sini untuk jaga kandungannya." Selama lima tahun pernikahan kami, Stephen telah berselingkuh sepuluh kali, dan sepuluh kali pula aku memaafkannya. Dia yakin aku tidak akan pernah bisa meninggalkannya. Namun, dia tidak tahu bahwa semua ini hanyalah alasan. Pusat perawatan pascamelahirkan sudah kupesan sendiri, begitu juga tiket untuk pergi. Kali ini, hubungan kami benar-benar berakhir.
View MoreSaat pria itu sedang menyeret Elsa ke dalam mobil, dia berhasil dibekuk. Mendengarnya saja sudah membuatku merinding ketakutan. Seandainya hari itu kami tidak menyadarinya tepat waktu, akibatnya pasti tidak terbayangkan.Aku menatap wajah Elsa yang sedang tertidur lelap dan hatiku dipenuhi rasa bersalah. Nathan merangkul bahuku dan menghiburku."Ini bukan salahmu, Annisa. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Aku akan memastikan orang-orang jahat itu membayar perbuatannya."Beberapa hari kemudian, pihak kepolisian mengabarkan bahwa kedua pelaku telah mengakui semua perbuatannya dan bukti-bukti juga sudah lengkap. Namun, keduanya mengajukan pemeriksaan kejiwaan dengan alasan mengidap gangguan mental.Nathan mengangguk setelah mendengarnya."Kalau memang benar mereka mengalami gangguan mental, silakan proses sesuai prosedur. Terima kasih, Pak Polisi. Maaf sudah merepotkan."Keinginan mereka pun terkabul. Keduanya dikirim ke rumah sakit jiwa.Saat aku dan Nathan datang menjenguk, Rasya
Aku mengira Rasya akan sedikit tenang, tetapi ternyata dia malah mengincar Elsa.Levin dan Elsa seusia, sehingga kedua anak itu cepat akrab dan bermain bersama. Rasya menyuruh Levin mengelabui Elsa agar keluar.Saat aku menyadarinya, Elsa sudah menghilang.Aku langsung panik. Para pengawal segera berpencar mencari Elsa, sementara Stephen menarikku."Tenanglah, Annisa. Elsa nggak akan kenapa-kenapa. Percayalah.""Apa kamu tahu beberapa hari yang lalu sudah ada orang yang berniat mencelakai Elsa? Di mana Rasya? Pasti dia dalangnya!"Stephen mengernyit. "Annisa, meskipun Rasya memang memusuhimu, kurasa dia nggak mungkin melakukan hal seperti ini."Aku menatapnya seperti melihat orang bodoh, lalu mengangkat tangan dan menamparnya sekeras mungkin."Kalau matamu nggak dipakai, sumbangkan saja ke orang yang lebih butuh! Kalau otakmu sudah rusak, lebih baik nggak usah bicara! Kalau nggak mau bantu, pergi sana!"Aku menemukan Rasya dan langsung mencekik lehernya sekuat tenaga. Aku benar-benar t
Rasya memandang Stephen yang tampak kehilangan semangat dengan wajah penuh amarah. Selama ini dia selalu mengira bahwa begitu aku pergi, posisi Nyonya Keluarga Chandra pasti akan menjadi miliknya.Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa bukan saja dia gagal mendapatkan posisi yang diimpikannya, dia bahkan hanya bisa tinggal di vila dan hampir tidak pernah berani keluar. Anaknya juga hanya mendapat bantuan dari Keluarga Chandra tanpa status apa pun.Sesampainya di rumah, Elsa langsung melakukan panggilan video untuk mengobrol dengan Nathan tentang kejadian hari ini."Papa, kapan Papa pulang? Di sini ada om aneh yang terus bikin Mama marah."Anak kecil itu sengaja merendahkan suaranya, seolah sedang berbagi rahasia dengan ayahnya. Namun suaranya tetap cukup keras hingga aku yang duduk di ruang tamu bisa mendengarnya dengan jelas.Aku berpura-pura tidak tahu lalu menoleh kepadanya."Sayang, tadi Elsa ngobrol apa sama Papa?""Nggak ngobrol apa-apa, Ma. Elsa cuma kangen Papa. Papa cepa
Aku menggenggam tangan mungil Elsa. Dia tampak sedikit gugup. Aku mengusap kepalanya dan menghiburnya."Elsa, sebentar lagi kamu akan bertemu dengan seorang kakek yang sangat baik. Dulu dia banyak membantu Mama. Sekarang dia akan menjadi bintang di langit. Boleh nggak kamu bantu Mama untuk menghiburnya?"Elsa ragu sejenak, tetapi akhirnya mengangguk patuh.Aku membawanya masuk ke ruang rawat. Tak kusangka, aku malah melihat Rasya di sana. Di sampingnya berdiri seorang anak laki-laki yang menangis hingga wajahnya penuh air mata.Saat melihatku masuk, dia jelas terpaku sesaat, lalu kilatan kebencian melintas di matanya.Stephen tampak panik."Annisa, jangan salah paham. Dia cuma antar Levin ke sini."Aku hanya mengangguk dengan dingin. Saat melihat Om Mirza yang terbaring di ranjang dengan tubuh kurus kering, hidungku langsung terasa perih. Aku membawa Elsa ke hadapannya."Om, aku Annisa. Ini Elsa, putriku. Kami datang menjenguk Om."Mata Mirza yang mulai keruh langsung berbinar saat mel


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.