Sementara itu di ruang kerjanya, Mahesa masih bergelut dengan satu teka-teki yang belum menemukan titik terang.Konsep acara itu memang sudah aman di tangannya. Namun, mengeksekusinya di lapangan adalah urusan yang sangat berbeda. Ia sadar betul, format unik ini butuh sentuhan dingin dari seseorang yang benar-benar paham seluk-beluk industri penyiaran Jepang.Dan cuma ada satu nama yang melintas di kepalanya: Kenzo.Mahesa mengembuskan napas panjang. Mustahil, pikirnya. Mana mungkin ia menurunkan gengsi dan merangkul orang yang justru paling ingin ia singkirkan?Di tempat lain, suasana kantor NTV perlahan kembali kondusif.Gara-gara insiden raibnya berkas kemarin, sistem keamanan internal langsung dirombak total. Akses data dibatasi ketat dan seluruh alur kerja dievaluasi ulang dari nol.Saat jam makan siang tiba, Kenzo mencolek lengan Halim. "Om, ikut Kenzo sebentar yuk.""Mau ke mana lagi, sih?" gerutu Halim malas. "Om sudah lapar ini.""Bentar doang, Om. Penting."Meski bibirnya te
Huling Na-update : 2026-07-27 Magbasa pa