Begitu melangkah masuk ke dalam studio, Kenzo langsung disambut helaan napas lega dari tim redaksi yang sejak tadi gelisah menunggunya."Astaga, Ken!" seru Irfan, menyapu dadanya sendiri. "Hampir serangan jantung saya! Jam segini baru sampai, padahal bentar lagi kita live!"Kenzo menundukkan kepala, mengatupkan tangan. "Maaf banget, Pak Irfan. Mobil Om Halim terjebak macet total di jalan utama, jadi saya terpaksa turun dan lari ke sini.""Sudah, sudah, yang penting kamu selamat sampai studio." Irfan menepuk bahu Kenzo. "Sekarang buruan ke ruang make-up! Ganti kemeja basahmu itu, rapikan rambut. Kita cuma punya waktu lima menit!""Siap, Pak!"Kepanikan kecil yang sempat melingkupi studio seketika terurai menjadi ritme kerja yang cekatan. Tim make-up bergerak sigap memoles wajah dan menata penampilan Kenzo, sementara para kru sibuk memastikan kesiapan kamera, audio, dan tata cahaya. Di tengah kejar-kejaran waktu itu, tak ada satu pun yang kehilangan profesionalismenya.Lima menit bersel
Huling Na-update : 2026-07-21 Magbasa pa