Usai menuntaskan sarapan, Mahesa bersiap bertolak menuju kantor. Ia berdiri menatap pantulan dirinya di depan cermin, merapikan suhunan jas, mengetatkan manset kemeja, lalu melingkarkan jam tangan mewahnya di pergelangan.Ellena mengantarkannya hingga menginjak batas ambang pintu depan."Hati-hati di jalan ya, Mas."Mahesa menghentikan pergerakannya sejenak sebelum masuk ke kabin mobil. Ia memutar tubuh, menatap sang istri lalu menyunggingkan senyum yang teramat hangat."Kamu juga. Jangan terlalu diforsir banyak gerak hari ini. Ingat kondisi."Ellena terkekeh halus. "Iya, Cerewet."Mahesa mengikis jarak, mendaratkan kecupan lembut yang cukup lama di kening istrinya."Jaga diri baik-baik.""Iya, Mas."Sekali lagi ia mengecup kening Ellena sebelum akhirnya memutar tubuh dan masuk ke balik kemudi.Lengkung senyum hangat itu masih bertengger di parasnya. Bahkan ketika mobil mulai merayap meninggalkan pekarangan rumah, Mahesa sempat melambaikan tangan melalui jendela yang terbuka.Ellena m
Last Updated : 2026-08-23 Read more