“Arsen, kamu dengar aku nggak, sih?”Suara Elena memecah keheningan di balik kemudi sedan sport hitam metalik milik Arsen. Elena menoleh, menatap suaminya dengan alis terangkat dan bibir yang sedikit mengerucut.Arsen berdeham pelan, jemarinya mempererat cengkraman pada lingkar kemudi tanpa mengalihkan pandangan dari kaca spion tengah. “Ya, aku dengar.””Bohong, mata kamu lurus ke depan terus dari tadi,” tuduh Elena kesal, tapi sedetik kemudian ia terkekeh renyah. “Tapi serius deh, kamu tahu tidak? Aku senang sekali hari ini.”Arsen melirik spion tengahnya sekali lagi. Sedan abu-abu tanpa plat nomor itu masih mengekor tepat tiga mobil di belakang mereka. “Senang karena proyek film baru itu?” tanggap Arsen dengan suara beratnya yang tenang.“Bukan cuma itu!” Elena memutar duduknya sedikit memiring ke arah Arsen, matanya berbinar semangat. “Tadi di ruangan agensi, sutradara dan produser utamanya sampai berdiri menyambutku. Katanya mereka sudah menunggu momen comeback-ku ini sejak
آخر تحديث : 2026-08-17 اقرأ المزيد