Arsen menggulung cetak biru bersampul tebal itu dengan gerakan mantap, menyimpannya kembali ke dalam kotak logam hitam bersama kunci simpanan tua. Dengan sapuan tangan yang tenang, ia mengunci kembali brankas baja di balik lukisan abstrak, mengembalikan dinding ruang kerjanya seperti sedia kala.Pria tegap itu melangkah keluar ruangan, menemukan Raka yang masih berdiri siaga di dekat pintu kaca lorong utama.“Ada instruksi tambahan, Bos?” tanya Raka sigap.“Kumpulkan personil pengaman tambahan,” ujar Arsen dingin. “Perketat penjagaan rumah mulai sore ini, dua puluh empat jam penuh. Tambahkan personel penembak di area pekarangan belakang.”Dahi Raka berkerut tipis. “Ada ancaman langsung ke rumah, Bos?”“Hanya tindakan pencegahan,” sahut Arsen datar, memotong pertanyaan Raka. “Pastikan Lisa berada di dalam rumah mendampingi si kembar, dan tim pengawal utama yang mengamankan Elena di lokasi syuting filmnya bersama Julian. Jangan biarkan siapa pun bertindak ceroboh malam ini.”“Siap, B
Last Updated : 2026-09-03 Read more