Hari telah memasuki malam, tiga kuda beriringan melewati beberapa kediaman penduduk yang terlihat sangat sepi seperti tidak ada orang di dalamnya.Mereka terus berjalan dengan mata tajam memperhatikan segala arah.“Apa mungkin pemukiman ini sudah ditinggalkan?” tanya Ariani.“Sepertinya memang benar ini karena wabah itu,” ungkap Jantaka.“Kita tidak bisa menyimpulkan jika belum memeriksa seluruh dusun, bukankah ini baru luarnya saja,” ujar Arga.“Tuan muda benar, kita harus memeriksanya lebih dalam,” kata Ariani.“Perasaanku sudah mulai buruk,” ungkap Jantaka.Entah mengapa dari sejak memasuki dusun Pandira, bulu kuduk Jantaka terus berdiri seperti sedang diperhatikan oleh sesuatu.“Hahaha, itu karena dirimu penakut Jantaka,” Arga tertawa kecil.Para kuda berjalan pelan karena pandangan mereka terbatas oleh pekatnya malam.“Jangan asal bicara kau Arga, mana mungkin ada pendekar yang penakut,” sergah Jantaka tidak terima.“Tentu saja ada, dia sedang berkuda di depanku,” ujar Arga mengg
Last Updated : 2026-09-10 Read more