“Apa kau mendapatkan penawarnya?” Senopati Suta bertanya panik.“Hahaha, tentu saja Senopati, keponakan anda bukanlah orang sembarangan,” panglima Kunta tersenyum lebar.“Ptt! Sekali lagi kau menyombongkan diri, ku panah bokongmu!” ingin rasanya Senopati Suta memaki Kunta, tetapi bagaimanapun, pemuda konyol itu adalah keponakannya.“Hahaha, paman memang menyebalkan! Selalu saja berubah dingin saat dekat dengan pangeran,” ketus panglima Kunta.“Dasar gemblung! Bagaimanapun pangeran adalah calon raja kita, berani bertingkah bodoh di depannya, kau akan menerima hukumanku,” tutur Senopati Suta menegaskan.“Baiklah! Baiklah! Ini penawarnya,” panglima Kunta melemparkan botol keramik kecil yang dia ambil dari serpihan tubuh Raji.Tap!Senopati Suta menangkapnya cepat. “Lekas berlutut di sana, kau selalu saja membuat ulah kepada putra mahkota. Jangan biarkan dia pergi begitu saja seperti tempo hari,” pinta Senopati kemudian.“Haiih! Mengapa aku yang selalu salah,” keluh panglima Kunta sembari
Last Updated : 2026-08-25 Read more