Mata Leon membulat, tak menyangka akan mendapat serangan tiba-tiba dari Irish. Selama beberapa detik, Leon hanya diam, tak merespons apa-apa, antara terkejut dan juga menunggu apa yang akan dilakukan Irish selanjutnya. Ada setitik rasa senang karena bibirnya kembali merasakan sentuhan bibir Irish.“Le-Leon ….” Suara Celia seperti mengembalikan kesadaran Leon. Lelaki itu menatap ke ambang pintu. Celia menutup mulut dengan mata berkaca-kaca.Tanpa pikir panjang, Leon mendorong tubuh Irish hingga jatuh ke lantai. Lalu berdiri dan mengejar Celia yang berlari meninggalkan ruangan itu.Irish tersenyum miris, dia masih terduduk di lantai kamar Leon yang dingin, sedingin perasaannya saat ini. “Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Celia di hatimu, Leon,” lirih Irish getir.Mata Irish berkaca-kaca, setetes air mata jatuh tanpa diminta. Irish segera menghapus air matanya. “Sial, kenapa hatiku merasa sakit? Aku tidak mencintai Leon dan tidak akan pernah mencintainya. J
Last Updated : 2026-08-29 Read more