ログイン“Pernikahan kita hanya formalitas saja. Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu, Irish.” Setelah menyaksikan pengkhianatan kekasihnya, Jane tertabrak mobil dan bertransmigrasi ke dalam tubuh Irish, wanita kejam yang ditakdirkan mati di tangan suaminya, Leon. Leon membenci Irish, sementara Jane hanya ingin melarikan diri demi menyelamatkan hidupnya. Namun, ketika Jane membalikkan keadaan dengan menuntut kebebasan yang sama untuk mencari pria lain, Kapten Leon yang kaku justru mulai terusik oleh pesona baru istrinya yang dianggap asing.
もっと見るBab 51-“Sandiwaramu sungguh bagus, Leon,” cibir Irish menoleh pada Leon saat mereka telah meninggalkan ruangan itu. Dia sangat lega karena sang ayah tidak akan memaksanya untuk menikah dengan Tuan Harrington.“Sepertinya kamu salah paham, Irish. Aku tidak bersandiwara.” Leon meyejajarkan langkah Irish yang berjalan cepat di depannya.Sebelum keluar ruangan, Tuan Arlo menyuruh Irish dan Leon untuk menemui Ratu. Katanya, ada yang ingin Ratu sampaikan terkait kejadian semalam.Irish menoleh sekilas, mengerutkan dahi dan menatap Leon penuh selidik. “Jangan katakan kalau kamu benar-benar jatuh cinta padaku, Leon. Aku tidak mengharapkan itu. Kamu sudah memiliki kekasih, begitu juga denganku. Mari kita lanjutkan pernikahan formalitas ini dengan damai. Aku akan mencabut gugatan pembatalan pernikahan kita, dan sebagai imbalannya … jangan melarangku melakukan apa pun yang kuinginkan.”Setelah mengatakan itu, Irish melanjutkan langkahnya. Leon segera mengejar Irish. Saat sudah dekat, dia menar
Irish dan Leon terus melangkah menuju paviliun paling ujung. Langkah kaki mereka menelusuri koridor yang panjang di istana samping. Meski hari libur, tampak beberapa petugas yang berlalu lalang. Ada juga para kerabat kerajaan dari luar kota yang menginap di istana setelah pesta semalam.Begitu tiba di depan ruangan Kanselir Arlo, Irish langsung membuka pintu. Di dalam, kedua orang tua Irish sudah menunggu. Kanselir Arlo tampak tak senang saat tahu kalau Irish tak datang sendiri. Wajahnya yang dari tadi menahan kesal, tampak semakin masam.Irish langsung masuk dan menyapa kedua orang tuanya singkat. Leon yang mengikuti dari belakang, hanya mengangguk dan berdiri di samping Irish.“Kemasi barangmu sekarang. Siang ini kamu harus ikut kami pulang dan menyelesaikan pembatalan pernikahanmu,” ujar Kanselir Arlo dengan suara lantang. “Sudah cukup kamu mempermalukan keluarga kita, Irish. Setelah pembatalan selesai, kamu akan segera menikah dengan Tuan Harrington. Jangan membantah lagi!”Kata-ka
Matahari sudah bersinar cerah saat Irish membuka mata. Sebuah tangan yang melingkar di perutnya membuat Irish terkesiap. Dia menoleh perlahan ke samping. Wajah tampan Leon yang terlelap begitu dekat dengannya. Embusan napas teratur sang kapten menyapu lembut pucuk kepalanya.Mengingat apa yang terjadi semalam, kening Irish berkerut. Rasa pusing yang berdenyut di pelipisnya seketika menyadarkan Irish akan kebodohannya sendiri. Dia ingat rasa manis anggur ungu yang diberikan Tuan Harrington di balkon, ingatan samar tentang tatapan lapar pria paruh baya itu, lalu ... suara bentakan seseorang sebelum semuanya menggelap.Irish berusaha menggeser lengan kekar Leon yang mengunci pinggangnya, namun gerakan kecil itu justru membuat pelukan sang suami semakin mengerat. Leon melenguh pelan, lalu perlahan membuka kelopak matanya dan langsung menatap lurus pada Irish.“Sudah bangun?” seru Leon serak. Alih-alih melepaskan tangannya, Leon justru menarik tubuh Irish sedikit merapat.“Lepaskan, Leon,
Kereta kuda itu berjalan menuju rumah dinas. Sepanjang jalan, Irish yang sudah tak sadarkan diri, tertidur di bahu Julian. Sama sekali tidak terusik dengan kehebohan yang telah terjadi.Sementara itu, setelah Julian membawa Irish pergi, Leon kembali ke dalam istana untuk mengambil pakaian Irish yang basah. Suasana pesta sudah kembali meriah, seolah-olah yang terjadi beberapa menit lalu tak mengganggu berlangsungnya acara sang Ratu.Akan tetapi, bisik-bisik dan dugaan para tamu mulai bermunculan liar. Masing-masing menerka berbagai kemungkinan yang terjadi antara Irish, Leon, Julian dan Celia.Leon segera menuju kudanya. Dia akan menyusul Julian dan membawa Irish pulang. Saat sudah berada di halaman luar, Celia datang menghampiri Leon dengan wajah pucat.“Kapten Leon, maafkan kelancanganku yang memintamu untuk berdansa,” ujar Celia dengan mata berkaca-kaca, “seharusnya aku bisa menahan diri untuk berdansa denganmu. Maafkan aku karena menganggap kalau kita bisa berdansa dengan bebas sep






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.