‘Maksudnya … dia mau merasakannya langsung dari bibirku?’ batin Kaira tak karuan. Pandangan Kaisar berpindah dari sepasang manik Kaira, jatuh di bibirnya yang mengatup. Tak hanya hidung mereka yang bersentuhan, tapi juga bibir mereka. Kecupan yang tadinya manis berubah menjadi panas dan membara. Dagu Kaira terangkat, gelas di tangannya diraih oleh Kaisar, dipindahkan dari genggamannya. Dengan tanpa melepaskan pagutannya, pria itu meletakkannya di atas meja. Meski Kaira tak bisa melihat karena matanya terpejam, tapi suara gesekannya mengisyaratkan demikian. Perlahan, Kaira tidak lagi pada posisinya. Dari yang awalnya duduk, ia berbaring di atas ranjang besar Kaisar. Jari-jari tangannya terselip di antara rambut hitam pria itu kala ciumannya semakin menjajah. Membuka bibir Kaira, membuat lidah mereka bertemu. “Nggh ….” Kaira melenguh saat lidahnya dihisap. Perutnya terasa kebas saat Kaisar menyusuri kakinya, menyelinap melalui bagian bawah gaun tidur yang ia kenakan, jari-jari pa
Última actualización : 2026-09-28 Leer más