Benar, pria itu adalah Kaisar. “Aku pernah lihat foto Pak Kaisar di salah satu majalah bisnis, Ra,” lirih Alina, matanya masih enggan beralih dari pria itu. “Tapi ternyata jauh lebih ganteng dan tinggi kalau dilihat secara langsung.” Kaira hanya mengangguk samar, membenarkan ucapan temannya di dalam hati. Dua pria yang tadi berdiri di depan meja counter pemesanan itu memang benar Kaisar dan Jevan. Begitu tiba di dekat meja mereka, Kaisar menyapa terlebih dahulu. Sepasang iris gelapnya menerpa Kaira saat bertanya, “Kaira?” “I-iya, Mas.” “Kamu di sini?” “Iya, ini lagi … ketemu sama temen,” jawab Kaira, mencoba menata debar jantungnya yang mendadak berkejaran. Dari belakang Kaisar, Jevan melangkah mendekat, ikut menyapa Kaira dengan sopan. Menyadari situasi, Kaira segera memperkenalkan Alina pada kedua pria itu, membuat mereka saling melempar senyum dan berkenalan secara singkat. “Boleh kalau kami ikut duduk di sini?” tanya Kaisar kemudian, melirik sisa kursi kosong di meja ters
Última actualización : 2026-10-02 Leer más