“Kalau Mas Altair sampai dengar kamu ngomong sembarangan kayak begini, dia bakal bertindak jauh lebih kejam daripada yang aku lakuin ke kamu sekarang,” ucap Kaisar, baritonnya mengalun dingin sebelum ia akhirnya melepaskan cengkeramannya dari rahang Mahesa. Mahesa segera mundur selangkah, mengusap rahangnya yang nyeri dan panas. Raut wajahnya tampak kesal kala menatap Kaisar. “Nggak perlu begini juga, Mas!” “Jaga bicaramu. Belakangan ini kelakuanmu sama sekali udah nggak mencerminkan anak turun Maharendra. Berapa banyak keributan yang kamu bikin akhir-akhir ini, Hesa?” “Siapa juga yang mau ribut? ‘Kan udah aku bilang kalau Kaira yang mulai duluan,” kilah Mahesa, bersikeras membela diri. “Aku serius soal petisi itu, Mas. Coba Mas lihat sendiri di forum internal kantor sekarang, mereka semua lagi bahas soal Kaira.” Kaisar tertawa lirih saat melangkah kembali ke balik meja kerjanya. “Kehamilan Kaira sama sekali nggak ada pengaruhnya sama performa pekerjaannya di perusahaan ini. Kala
Last Updated : 2026-10-08 Read more