Kakak keduaku terdiam membeku di tempatnya seolah tak percaya.Aku mencibir, lalu berjalan melewatinya menuju ke arah sopir mobil hitam yang masih terus mengumpat dan mengomel kesal."Aku akan transfer padamu nanti uang ganti ruginya."Kakakku mengepalkan tangannya erat-erat, matanya memerah.Aku sempat terkejut, lalu segera tersadar kembali."Oh iya, aku tidak akan memakai uang Keluarga Luarta. Aku pakai uang hasil jerih payahku sendiri ....""Tomi!"Dia menyela perkataanku, tak mampu menahan diri lagi.Namun, aku sebenarnya bisa melihat sedikit rasa bersalah di wajahnya."Kau itu satu-satunya tuan muda di Keluarga Luarta. Jangankan cuma uang ganti rugi, walaupun seluruh harta Keluarga Luarta diberikan kepadamu, aku tidak akan pernah keberatan!"Aku merasa hal itu sangat menggelikan, lalu menatap lekat ke matanya."Oh iya?"Tubuhnya bergetar, seolah baru saja menyadari sesuatu.Tuan muda Keluarga Luarta yang diakui secara resmi sekarang adalah Jery Karnada!Sedangkan aku, tuan muda Ke
Read more