Sisa hari itu berlalu lebih tenang.Setelah percakapan di ruang musik, Sean kembali masuk ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menurutnya "tidak bisa menunggu hari Senin."Aku hanya menggeleng sambil tersenyum.CEO memang tetap CEO, bahkan di akhir pekan.Sementara Sean bekerja, aku membantu Mrs. Liam menyiapkan makan siang. Awalnya wanita itu menolak karena menganggap aku majikannya sekarang, tetapi aku bersikeras."Kalau terus dipanggil majikan, nanti saya sungkan tinggal di sini."Mrs. Liam tertawa kecil."Baiklah, Nona... eh, Mika.""Nah, begitu lebih enak."Wanita paruh baya itu tersenyum hangat.Aku mulai memahami mengapa Sean begitu mempercayainya.Hubungan mereka lebih seperti keluarga daripada hubungan antara atasan dan karyawan.Menjelang malam, apartemen kembali dipenuhi ketenangan.Lampu-lampu kota Singapura menyala satu per satu di balik dinding kaca ruang utama, menciptakan lautan cahaya yang membentang hingga ke kejauhan.Aku sudah selesai mandi
Last Updated : 2026-08-07 Read more