Hari kepulangan pun tiba.Chelsea, Clara, dan Tres, beserta Tian dan Liam, sedang menunggu salah satu teman mereka, Dani.Anggota cheers dan basket sudah lebih dulu berangkat. Mereka memang geng bisnis class, makanya memilih penerbangan terpisah.Sebenarnya mereka tidak ingin terpisah dari anggota tim lainnya. Tapi, sudah tahu kan, ini idenya siapa?Yeps, Chelsea.Si Queen dramatis itu tidak mau dan memaksa gengnya, beserta Tian dan gengnya, untuk naik bisnis class.Mereka berdiri di area parkiran bandara sambil menunggu satu orang lagi.“Dani ke mana, sih? Lelet banget, deh.” Chelsea menggerutu dengan wajah yang sudah sangat muram.“Nggak tahu apa ini lagi panas banget?” lanjutnya sambil mengipas-ngipaskan tangan di depan wajah.Liam yang berdiri tak jauh darinya langsung menirukan gaya bicara Chelsea. Bibirnya dibuat menye-menye, lengkap dengan ekspresi wajah yang sengaja dilebih-lebihkan.Tian hanya melirik dengan ekor matanya.Namun, satu lirikan tajam itu sudah cukup membuat Liam
Última actualización : 2026-10-03 Leer más