"Oke, Tian. Bapak percayakan pada kamu, kalau memang kamu sendiri yang menawarkan diri untuk mengurus soal relawan yang mau kita bawa ke Jepang," ucap Pak Tano, salah satu pelatih tim basket sekolah, menatap Tian lekat-lekat dengan alis sedikit terangkat."Ingat, Tian, ini udah jadi tanggung jawab kamu," lanjutnya, nada suaranya tegas. "Kamu tau kan, keperluan tim basket, apalagi tim cheer, itu banyak banget. Jadi kamu harus cari yang bener-bener mau ngelakuin pekerjaan itu dengan baik.""Baik, Pak. Saya ngerti," jawab Tian singkat, mengangguk sopan sebelum berbalik pergi meninggalkan ruangan pelatih.Begitu keluar, ia langsung merogoh ponsel dari saku celananya, jempolnya bergerak cepat mengetik nomor Chelsea."Halo, sayang, aku udah diskusi sama Pak Tano," ucap Tian di telepon, sudut bibirnya sedikit terangkat. "Kayaknya rencana kamu bisa berhasil, sayang.""Hah?! Beneran, sayang?!" suara Chelsea di seberang terdengar berbinar, hampir memekik saking senangnya."Ihh, sayang, udah aku
Last Updated : 2026-09-02 Read more