Brian masih memantau interaksi yang terjadi di antara tiga orang di sana. Ia melihat bagaimana Anya hanya menunduk sejak tadi.Chelsea dan Tian berdiri di antara Anya. Tangan Chelsea memegang pergelangan tangan Anya. Dan saat tangan Tian hendak memegang leher bagian belakang Anya, Brian buru-buru menghampiri mereka.“Permisi?!”Brian berhasil mengagetkan mereka.Tian buru-buru menarik tangannya, begitu pula dengan Chelsea.Perasaan belum lima menit dia pergi, kok udah balik lagi, sih? Ganggu banget! batin Chelsea.Sementara itu, Tian sedang memutar otaknya, mencari alasan yang tepat untuk menjelaskan situasi ini kepada Brian.“Eh, Pak Brian. Tadi saya dan Chelsea lihat cewek ini sama Bapak, jadi kami mau kenalan aja,” ucap Tian dengan yakin.“Oh, hahaha... begitu, ya.” Brian tersenyum. “Maaf, ya. Teman saya ini tidak suka diganggu.”Brian menekankan setiap katanya, seolah-olah itu merupakan sebuah peringatan.Tian dan Chelsea hanya mengangguk, lalu buru-buru pergi dari sana.“Nya, kam
Dernière mise à jour : 2026-08-13 Read More