Hari sudah berganti malam ketika Reivan menggunakan sebuah topeng hitam untuk menyamarkan wajahnya. Ia lalu berkata pada Bayu dan Siti."Kalian tunggu aku di rumah yang sudah kita sepakati tadi."Bayu dan Siti mengangguk. "Oke, Van." "Oke, Kak. Kau juga hati-hati, jangan sampai penjaga lain curiga."Reivan mengangguk dan berkata pada Bayu. "Sembari menunggu, teruslah lanjutkan pembuatan proyektilnya, Yu."Bayu mengangguk. Siti memperlihatkan satu butir peluru SVD dengan proyektil yang kini terbuat dari berlian."Terus untuk peluru ini, kau tidak mau bawa, Kak?" tanya Siti.Reivan menjawab. "Tidak usah. Kau saja yang bawa. Aku belum butuh sekarang."Siti mengangguk. Setelah semuanya siap, Reivan berkata."Oke, sekarang ayo kita bergerak ke posisi masing-masing."Bayu dan Siti mulai berjalan ke arah kiri, mengitari gudang logistik karena area itu memiliki Mutan yang jauh lebih sedikit. Sementara Reivan berjalan ke arah kanan, di mana konsentrasi Mutan sangat
Last Updated : 2026-09-06 Read more