Hari berganti pagi. Reivan, Bayu, dan Siti berjalan kembali ke tempat mereka menyembunyikan mobil bersama beberapa petani yang menawarkan bantuan untuk mendorong mobil itu ke perkemahan."Pak, terima kasih banyak sudah mau bantu. Kami nggak nyangka mobilnya lebih berat dari kelihatannya," kata Bayu sambil mendorong mobil dari belakang bersama dua petani lainnya.Salah satu petani, seorang pria paruh baya bernama Pak Ujang, tersenyum. "Santai aja, Nak. Kalian kemarin udah bantu kami lawan monster, jadi kami cuma balas budi."Siti yang ikut mendorong dari sisi samping menimpali. "Tapi mobil kami agak rusak di bagian depan. Semoga aja Pak Dayat bisa benerin..."Pak Dayat yang sudah menunggu di perkemahan langsung menyambut mereka ketika mobil tiba."Sini, biar saya periksa. Kalau cuma penyok-penyok gini, saya bisa akalin. Kalian istirahat dulu aja, biar saya kerjakan."Reivan mengangguk. "Terima kasih, Pak. Kalau ada yang perlu saya bantu, bilang saja."Pak Dayat me
Last Updated : 2026-08-29 Read more