“Kamu dari mana?” Rere langsung mencecar Chael yang baru masuk. “Mereka nggak menyisakan hampers untukmu.”“Ya, katanya, karena kamu nggak ada di kelas. Yang berhak mendapatkan hampers, hanya mereka yang ada di kelas,” timpal Devi menunjukkan sirat tak suka.Chael tersenyum tipis. Ia lantas duduk dengan santai. “Nggak masalah,” katanya.“Kalau mau, ambil punyaku aja,” tawar Gaia menunjukkan miliknya. “Isinya parfume dan toner.” “Nggak usah! Aku nggak tertarik,” jawab Chael tetap tenang.Elsa yang berada di sampingnya mendengus malas. “Aku kira isinya buku yang bermanfaat atau sesuatu yang berguna untuk belajar,” keluhnya.“Astaga! Mentang-mentang anak pintar, isi otakmu pelajaran terus,” celetuk Rere sedikit sinis.“Kalau kamu mau hampers berisi buku pelajaran, datangnya ke seminar para guru,” timpal Devi ikut sinis. Sontak Elsa langsung terbelalak tak terima. Namun, Chael buru-buru menengahi. “Sudah, sudah!”“Memang nggak ada salahnya jika Elsa berharap mendapatkan buku pelajaran,”
Last Updated : 2026-08-07 Read more