“Heum ... masakan Bu Lily selalu enak,” puji Chael tulus, seraya menunjukkan dua ibu jarinya.Bu Lily langsung tersipu malu. Suasana di ruang makan semakin hangat. Wajah bahagia Chael tak bisa dibohongi. “Kamu benar, Chael. Aku belum pernah makan selahap ini,” sahut Claire tulus. “Bahkan masakan koki keluarga Vander pun, nggak bisa seenak ini,” lanjutnya memuji.“Oh, Claire. Kamu terlalu berlebihan!” sahut Bu Lily makin tersipu malu. Wanita berusia 60 tahun itu lantas tersenyum haru seraya memandangi anak-anak keluarga Vander, satu persatu. Tatapan hangat dan tulus mereka, membuatnya merasa tersentuh. Bu Lily benar-benar dihargai.“Aku hanya memastikan masak sepenuh hati, agar anak-anakku makan dengan lahap,” sambung Bu Lily mengungkapkan isi hatinya. “Terima kasih, Bu Lily. Kamu menyukainya,” sahut Celine tak ingin ketinggalan memuji.“Aku setuju dengan Kak Claire. Masakan Bu Lily lebih enak koki keluarga Vander,” seru Caroline cepat, lalu melirik Claudia. “Hei, kenapa kamu diam s
Last Updated : 2026-08-18 Read more