Kekalahan beruntun yang dialami Dharma Utama di lantai bursa membuat kubu Buana Utama Group berada di ambang keputusasaan. Namun, alih-alih menyerah, pria tua itu justru mengambil jalur paling berbahaya: mengerahkan unit pengawas bayangan dan preman bayaran untuk mengintai ruang gerak kami di luar jam kantor. Media korporasi mulai mencium aroma persaingan kotor, tetapi bagi Adrian Wiratama, ancaman fisik sekecil apa pun di luar kendali adalah hal yang paling pantang ditoleransi. Malam itu, setelah melewati rapat koordinasi keamanan tingkat tinggi bersama tim pengawalan privat, Adrian memutuskan untuk tidak langsung pulang ke penthouse, melainkan singgah di salah satu vila pribadinya di kawasan puncak bukit Megamendung yang dikelilingi oleh hutan pinus lebat dan terisolasi dari kerumunan kota. Udara malam berembus dingin, membawa kabut tipis yang menyelimuti kaca jendela besar kamar tidur utama. "Tempat ini aman dari mata-mata Dharma," ujar Adrian te
Terakhir Diperbarui : 2026-08-12 Baca selengkapnya