Meski belum memahami maksud Broto yang sebenarnya, Ryan tidak bertanya lebih jauh. Ia menyimpan Menara Sukma itu dengan hati-hati, lalu merangkapkan kedua tangannya. “Baik, Kepala Sekolah.” Setelah itu, Ryan berbalik dan meninggalkan ruangan. ** Begitu sosok Ryan benar-benar menghilang di balik pintu, Broto kembali duduk di kursinya. Ia tidak segera melakukan apa pun. Lelaki tua itu hanya bersandar sambil tenggelam dalam pikirannya sendiri. Beberapa saat berlalu sebelum Broto tiba-tiba melirik ke salah satu sudut kosong ruangan. “Sudah datang sejak tadi, tapi masih mau bersembunyi sampai kapan?” Nada suaranya terdengar sedikit jengkel. Tidak ada jawaban. Namun detik berikutnya, kehampaan yang ditatap Broto mendadak terbelah. Sret! Celah ruang terbentuk begitu rapi seperti baru saja dipotong menggunakan sebilah pedang. Dari dalam retakan itu, seorang pemuda tampan melangkah keluar. Laksmana Biru. Begitu muncul, pandangannya langsung jatuh pada Broto. “Kau memberikan Men
Última actualización : 2026-08-21 Leer más