“Sudah. Berhenti menebak-nebak.”Suara tua itu terdengar lagi dari belakang.“Aku yang membawamu kemari.”Ryan langsung berbalik.Entah sejak kapan, seseorang sudah duduk di kursi tinggi di balik meja kayu besar yang memenuhi bagian tengah ruangan.Begitu melihat wajah orang itu, Ryan langsung terperangah.“Kepala Sekolah?”Orang tersebut tidak lain adalah Broto Wisesa.Broto duduk dengan santai. Satu tangannya menopang dagu, sedangkan empat jari tangan lainnya mengetuk-ngetuk permukaan meja.Tuk.Tuk.Tuk.Bunyinya teratur dan pelan.Namun, sejak Ryan menyadari keberadaannya, tatapan Broto sama sekali tidak pernah meninggalkan tubuhnya.Sepasang mata pria tua itu terlihat jernih, tetapi memiliki kedalaman yang sulit diukur. Sesekali, kilatan tajam muncul di dalamnya, seakan Broto sedang berusaha menembus tubuh Ryan dan membaca seluruh rahasia yang
Last Updated : 2026-08-19 Read more