เข้าสู่ระบบPurwadi semakin jengkel.
Ia memandang Brama yang masih bersikeras mengatakan bahwa Deni belum lama ini hanya berada di tingkat Emas akhir.“Jadi maksud Ketua Brama...”Nada suaranya jelas mengandung sindiran.“Kekuatan murid kesayanganmu melonjak sampai setinggi ini setelah dia bersekolah di kelas buangan itu?”Kalimat tersebut seperti seember air dingin yang langsung menyiram kepala Brama.Tubuhnya membeku.Ekspresi bingung yangDarah terus mengalir dari sudut mulut Dewa Iblis Malam Abadi.Ia mengangkat tangan, lalu mengusap noda merah kehitaman di bibirnya dengan gerakan seadanya.Tatapannya tidak pernah lepas dari Laksmana Biru.“Laksmana Biru.”“Kamu memang kuat sekali.”Pada saat itu, posisi Laksmana melayang sedikit lebih tinggi darinya. Pemuda tersebut menunduk menatap sang Dewa Iblis.Wajahnya tetap datar.“Itu pesan terakhirmu?” Nada bicaranya pendek seperti biasa.Tidak ada sedikit pun kesan bercanda.“Hehe.” Dewa Iblis Malam Abadi terkekeh.Namun menghadapi mulut setajam itu, amarah kembali naik ke dadanya.“Uhuk!” Segumpal darah kembali dimuntahkan.Ia menggeleng perlahan. “Memang benar.”“Kalau pertarungan ini dilanjutkan seperti sekarang...”“Aku mungkin tidak akan melewati hari ini.”Sambil berbicara, kabut hitam mulai keluar dari tubuhnya.Awalnya hanya sedikit. Kemudian semakin pekat.Namun kabut tersebut tidak bergerak seperti asap biasa.Ia merayap. Meliuk. Seolah memiliki kehendaknya sendir
Pada detik itu, seluruh medan pertempuran mendadak sunyi. Tidak ada yang langsung berbicara. Semua orang masih menatap tubuh Reza Wibowo yang sudah tidak bergerak.“Bocah ini makan apa selama ini?”Kelana Juliar yang masih bertarung di sisi lain bahkan sempat bergumam penuh takjub.Tangannya tetap mengendalikan serangan, tetapi pandangannya sempat melirik ke arah Ryan.“Ganas sekali.”Tidak satu pun orang di tempat itu menyangka urusan Reza akan selesai secepat ini.Perbedaan ranah keduanya jelas sangat jauh.Reza Wibowo sudah berada di tingkat Zamrud.Bahkan sebelum bertarung, lelaki itu menenggak Air Kehidupan di depan semua orang.Hawanya langsung meningkat sampai tingkat yang membuat banyak pengajar di sana kesulitan bernapas.Sedangkan Ryan...Secara ranah, ia masih berada jauh di bawah Reza.Selisih tersebut seharusnya tidak mungkin dilompati.Namun hasilnya justru terpampang jelas di depan mata.Ryan menghajarnya. Mematahkan pertahanannya. Lalu membunuhnya dengan begitu mudah.
Berhasil.Sejak awal, Ryan sudah melihat cacat batin Reza Wibowo melalui sistem.Karena itu, semua kalimat yang ia lontarkan bukan sekadar ejekan.Ia sengaja menyentuh titik paling rapuh di dalam pikiran orang tersebut, lalu memperbesar retakannya sedikit demi sedikit.Dan sekarang...Efeknya akhirnya muncul.Di mata Ryan, keterangan mengenai Reza mengalami beberapa perubahan sekaligus.Kesadarannya mulai runtuh. Gerakannya melambat. Pertahanannya turun drastis.Ryan memandanginya dengan tenang. “Kalaupun aku berbohong, memangnya kenapa?”“Kalaupun tidak, memangnya kenapa?”Ia berhenti sejenak. “Cukup pahami satu hal.”“Kamu sudah habis.”“Dan Keluarga Cakra di belakangmu juga habis.”Begitu kalimat terakhir jatuh...“ROOOAR!”Raungan naga membubung dari tubuh Ryan. Bayangan naga emas raksasa muncul samar di belakang punggungnya.Auranya langsung memenuhi area sekitar.Reza Wibowo terpaku.“Ini...” Matanya membesar.Bukankah dahulu tenaga Ryan berwarna hitam?Kenapa sekarang berubah m
Reza Wibowo menatap sosok Ryan yang berjalan perlahan mendekatinya.Entah kenapa, meskipun tubuhnya sudah diperkuat Air Kehidupan dan hawa di dalam tubuhnya meningkat berlipat-lipat, rasa ciut justru mulai menjalar dari dasar dadanya.Satu langkah.Dua langkah.Ryan tidak terburu-buru.Namun setiap kali jarak mereka berkurang, tekanan di hati Reza malah terasa semakin berat.Tanpa ia sadari, kedua kakinya mundur dua langkah.Begitu menyadari apa yang baru saja dilakukan, wajah Reza langsung memanas.Malu.Lalu marah kepada dirinya sendiri.Ia baru saja meminum Air Kehidupan. Kekuatannya melonjak drastis.Lalu kenapa dirinya justru mundur menghadapi Ryan?Wajahnya memerah.Reza perlahan menurunkan pusat tubuhnya. Kedua matanya menatap Ryan tanpa berkedip.Seluruh ototnya menegang, seperti seekor singa yang sudah siap menerkam kapan saja.Ryan melihat
Setelah itu, Kelana Juliar mengibaskan tangannya dengan santai.“Tunggu sebentar.” Ia melirik Reza Wibowo. “Kuurus dulu pengkhianat itu, baru kubantu kamu.”Namun Ryan langsung menyela. “Paman Ketiga, urus iblis yang ini dulu.”Tatapannya tertuju pada Ratu Pesona. “Aku sudah tidak sanggup menahannya lebih lama.”Wajah Ryan tegang.Seluruh perhatiannya masih tertuju pada cambuk merah muda yang sejak tadi dicengkeramnya. Darah terus menetes dari kedua telapak tangannya.Kelana Juliar menatap keponakannya dengan curiga. ‘Bukannya tadi kalian berempat masih mengendalikan iblis itu dengan rapi?’Meski merasa ada sesuatu yang aneh, ia tidak membuang waktu untuk bertanya.Bagaimanapun, sosok yang sedang dilawan Ryan jelas jauh lebih berbahaya dibandingkan seorang pengkhianat tingkat Zamrud.Kelana langsung mengambil keputusan.Ia berbalik. Kemudian menepuk bahu Ryan. “Minggir sedikit.”“Perha
Reza Wibowo menatap kosong sosok yang berdiri di hadapannya.Bukankah ini Iblis Penggoda?Lalu kenapa justru makhluk dari bangsa iblis yang menghalangi serangannya?Dan yang lebih aneh lagi...Kenapa suara yang keluar dari mulutnya terdengar seperti lelaki dewasa, berat dan kasar?Iblis Penggoda tersebut memandanginya dengan jijik. “Kenapa?”“Bangsa manusia boleh punya pengkhianat, tapi bangsa Iblis Penggoda tidak boleh punya pengkhianat sendiri?”Reza belum sempat mencerna kalimat itu ketika rasa sakit tajam menusuk tinjunya. Kuku panjang makhluk tersebut sudah menancap dalam ke daging tangannya.Reza bereaksi seketika.Ia menahan rasa sakit lalu menarik tangan secara paksa.Sret!Suara daging terkoyak terdengar.Tiga atau empat potong daging langsung tercabik dari punggung tinjunya.Luka menganga terbuka begitu dalam sampai tulang di bawahnya terlihat.Reza segera mundur.Iblis Penggoda di depannya justru menatap darah dan potongan daging yang menempel di kukunya.Wajahnya langsung







