Tetapi, sebelum tangannya menyentuh Bima, Dilan mencengkeram bahu dan pergelangan tangan pria itu dengan kuat.“Jangan lancang. Mundur!” ucap Dilan dingin, tatapannya tajam tanpa.“Kamu cuma asisten, jangan berani padaku!” gertak pria itu, berusaha memutar badan untuk melepaskan cengkeraman Dilan, tapi Dilan bergeming, tak bergeser sedikitpun.Rianti makin kalap. Dia mendorong dada Bima dengan sisa tenaganya, matanya memerah murka. “Kamu berani memakai orangmu untuk melawan Mama, Bima?! Pria ini bekerja untuk keluarga Mavendra, bukan hanya untukmu!”“Dan tugas Dilan adalah memastikan keselamatan dan semua urusanku beres, Ma,” jawab Bima datar. Dia melepaskan bahu Rianti, lalu memotong jarak dan berdiri membentang di depan pintu. Tubuh tingginya menjulang, menutupi akses sepenuhnya.“Minggir, Bima!” sentak Rianti, matanya menatap tajam dengan nafas memburu tersengal.“Tidak akan!” Bima tersenyum tipis dengan rahangnya mengeras.“Kamu berani menahan Mama cuma demi wanita itu?!” Suara Ri
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-02 อ่านเพิ่มเติม