“Pak, jangan ….! Lepas!” Megha berusaha bangkit, tapi apalah daya, bukannya menjauh, Bima justru makin menghimpitnya. Rasa kecewanya pada pria itu makin menggumpal besar.Malam itu, atas nama istri, dia menyerahkan raganya, terhanyut dalam serangan brutal Bima. Tetapi, kenapa saat diingat, justru menyakitkan, apalagi melihat sikap Bima yang seperti ini.“Kiran ...,” bisik Bima dengan suara berat menderu.Pria itu kian mengikis jarak, kewarasannya seolah menguap begitu saja. Dia melupakan status wanita di bawahnya yang merupakan mitra kerja profesional. Jarak bibir mereka kian terkikis, hingga terasa deru napas yang saling beradu panas.“Apa yang mau Anda lakukan, Pak! Jangan lancang! Saya akan teriak!” pekik Megha memalingkan wajahnya dengan napas berat tersengal. Dua tangannya terus berusaha menahan dada Bima.Bima justru tersenyum tipis, tatapannya kian tajam. Pria itu menahan gemuruh di dadanya hingga bergetar saat menarik napas dalam. Kesal. Kecewa. Hingga darahnya mendidih. Pria
آخر تحديث : 2026-08-15 اقرأ المزيد