Lalu, pria itu duduk di seberangnya, dengan wajah merah datar, tapi sorot matanya redup. “Kiran, wanita tadi itu bukan siapa-siapa,” ujar Bima cepat, suaranya berubah lembut, mencoba menetralisir situasi. “Jangan dengarkan ucapannya. Aku sama sekali tidak punya hubungan khusus seperti yang dia katakan.” Megha tersenyum tipis, merapikan letak blazernya. “Jangan khawatir. Soal tadi, saya akan pura-pura tidak pernah melihatnya. Lain kali jangan sungkan mengungkapkan hubungan seperti itu, karena itu hal yang sangat wajar.” Bima duduk di sofa depan Megha, dengan wajah datar tapi dadanya bergejolak gelisah. “Aku bukannya malu, tapi memang tidak punya hubungan seperti yang Vero katakan.” Megha hanya tersenyum dengan wajah datar, seolah tak tertarik dengan penjelasan itu, dan itu membuat batin Bima panik. “Pengakuan sepihak dari wanita itu tidak otomatis membuatku terikat. Pria sepertiku punya standar tinggi, aku suka wanita elegan, pintar, lembut, dan pastinya sanggup memikat hatiku. Da
Last Updated : 2026-08-24 Read more