"Nona, kau mengumpat pada siapa?"Pertanyaan Sandy membuat Shelia tersadar dari lamunannya. Dia buru-buru mengendalikan ekspresinya seperti biasa, meski rasa kesal mengendap dalam dada.Sudut bibir Shelia sedikit terangkat."Tidak, bukan apa-apa," jawabnya singkat, lalu berusaha mengalihkan pembicaraan. "Apa kau punya nomor ponsel Pak Bastian?"Namun Sandy hanya menggeleng. "Tidak, saya kan masih baru di sini. Mungkin Nona Monica tahu."Shelia langsung memutar bola matanya, malas jika harus berurusan dengan adiknya yang menyebalkan itu."Sudahlah, lupakan saja," sahut Shelia, sambil menyerahkan ponsel milik Sandy. "Aku bisa cari tahu—"Namun kalimat Shelia terhenti saat ia mendengar teriakan dari kejauhan."Sandy!"Mereka langsung menoleh, tampak sosok pria paruh baya dengan seragam satpam berjalan ke arah gazebo.Sandy membelalak, dan dengan refleks menarik Shelia untuk membungkuk ke kolong meja sampai kepala Shelia terbentur."Aduh, Sandy!" geramnya. Namun Sandy dengan berani membun
Last Updated : 2026-08-05 Read more