"Hei, apa yang terjadi padamu?!" Nada suara Ashran masih penuh kekhawatiran, namun ekspresinya tetap tenang. "Untuk sekarang tarik napas dulu.""Uhuk..." Batuk Shelia mulai memelan, dan ia memalingkan wajah saat Ashran hendak mendekat.Tangannya Shelia yang menampung darah, ia kibaskan ke tanah."Aku baik-baik saja," ucapnya dengan suara serak.Ashran merengut, sama sekali tak percaya. "Kau sampai batuk darah begini, itu namanya baik-baik saja?""Ini bukan apa-apa," balas Shelia, sambil memalingkan wajah. "Aku pergi du—"Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ashran lebih dulu menarik lengan Shelia."Ikut aku," ucapnya singkat, dengan nada memerintah."Apa? Tunggu!" Shelia berusaha menolak, tapi genggaman Ashran lebih kuat darinya.Pria itu membawa Shelia menuju basement, di mana mobilnya terparkir di sana. Saat sampai di sana, dia mengetuk keras jendela mobil."Garry," panggilnya. Jendela mobil pun terbuka.Sekretaris Ashran, masih ada di sana dengan laptop di pangkuannya. Garry terli
Dernière mise à jour : 2026-08-08 Read More