"Nona, Anda yakin tidak mau menemui dokter dulu? Bagaimana jika nanti demam Nona semakin parah?" tanya Sandy dengan nada khawatir.Shelia di sampingnya menghembuskan napas panjang, entah sudah berapa kali Sandy menanyakan hal itu sampai mereka tiba di area parkiran rumah sakit."Jangan banyak bertanya, Sandy. Kubilang aku baik-baik saja, jadi ayo pulang," jawabnya sambil memijat kepalanya.Shelia melangkah lebih dulu, namun malah ke arah sebaliknya. "Ayo naik kuda bes— eh, motomu.""Ke sebelah sini, Nona," seru Sandy, dia langsung berteriak. "Awas!"Shelia langsung berhenti jalan saat mendengar suara klakson. Sebuah mobil putih berhenti tepat di sampingnya.Tiin!Shelia terdiam sesaat, terkejut."Astaga, Nona!" Sandy mengejar. Pemilik mobil putih itupun keluar, menghampiri Shelia."Kau tidak apa-apa, Nona? Apa kau terluka?"Shelia mendongak, tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja. Maaf aku tak lihat sekitar."Pria di hadapannya menatap Shelia sesaat, memperhatikan."Kau Evelyn, kan? Ka
Last Updated : 2026-08-04 Read more