"Saya hanya mencoba bersikap profesional, Tuan Nael," sahut Aluna dengan nada suara yang berusaha ia jaga setenang mungkin.Aluna memundurkan langkahnya tipis, memangkas jarak intim yang mendadak sengaja diciptakan oleh suaminya di ruang kerja CEO tersebut.Tatapan mata Nael mengunci raut wajah Aluna, meneliti setiap gerakan mikro pada bibir dan binar mata sekretaris sekaligus istrinya itu."Profesionalisme tidak pernah mengharuskan seseorang membenci wewangian favoritnya sendiri, Aluna," bisik Nael dingin seraya menyunggingkan senyum tipis yang sarat misteri.Pria itu merapikan jas abu-abu mewahnya, lalu berbalik melangkah santai menuju meja kerja tanpa melanjutkan intimidasi verbalnya."Selesaikan draf pengawasan proyek gala itu sebelum jam lima sore," tambah Nael tenang, kembali memasang topeng CEO efisien tanpa cela."Baik, Tuan Nael," jawab Aluna pelan, segera membungkuk hormat sebelum melangkah keluar dengan tungkai kaki yang serasa le
Última actualización : 2026-08-27 Leer más