"Tidak ada masalah, Tuan Nael," sahut Aluna terbata-bata, memaksakan suaranya terdengar serasional mungkin di tengah deburan jantungnya yang menggila.Ia buru-buru membalik lembar dokumen profil Rafael, menyembunyikan pasfoto pemuda itu di bawah tumpukan berkas kandidat lain. Ujung jemarinya gemetar hebat, dingin menusuk hingga ke tulang.Nael menyipitkan mata dari seberang meja kerja. Pria itu menyandarkan punggung pada kursi kulit mewahnya, memandangi Aluna dengan tatapan selidik yang sangat tajam."Kau terlihat sepucat mayat, Aluna," ujar Nael dingin, ketukan jemarinya di atas meja jati terdengar bagaikan dentang lonceng peringatan. "Apa ada nama kandidat yang tidak memenuhi standar perusahaan?""Semua kandidat memiliki kualifikasi yang sangat baik, Tuan Nael," kilah Aluna cepat, berjuang keras menetralkan raut wajahnya agar tidak memancing kecurigaan sang suami.Ia menarik napas panjang, mencoba menguasai kontrol emosi yang berada di ambang kem
Last Updated : 2026-08-24 Read more