Thalia menepis tangan Arjuna dengan sangat keras hingga menimbulkan suara pukulan nyaring di dalam ruangan itu. "Jangan pernah berani menyentuhku aku dengan tangan kotormu itu, Arjuna!" pekik Thalia penuh amarah.Arjuna meringis pelan, melihat punggung tangannya yang memerah akibat tepisan Thalia. Bukannya marah, pria itu justru terkekeh sinis. Matanya berkilat dipenuhi hasrat gairah yang berbahaya."Kamu makin berani ya sekarang, Thalia..." cicit Arjuna seraya mengusap tangannya sendiri. "Apa ini karena si Zacky itu? Jadi kamu merasa punya pelindung, hmm?""Zacky jauh lebih terhormat dari kamu!" tegas Thalia tanpa ragu, dadanya naik-turun menahan emosi. "Dia pria sejati yang menghargaiku! Gak kayak kamu yang cuma bisa mengancam, memeras, dan membikin hidup orang lain hancur!"Mendengar nama Zacky disebut dengan penuh kebanggaan oleh bibir Thalia, raut wajah Arjuna seketika berubah gelap. Wajah tampannya mengeras kaku, kilatan kemarahan murni terpancar jelas dari manik matan
Última actualización : 2026-09-07 Leer más