Napas Niko memburu, dia menekan kedua bahu Rima hingga memosisikan diri duduk di tepi ranjang, Niko membuka kedua kakinya dan mulai menyatukan tubuh mereka berdua.Ritme gerakannya pelan, Rima memeluk tengkuknya dan menerima lumatan bibirnya. Dia menerima setiap tekanan dan pelepasan. Semalam perutnya terasa kurang nyaman, tapi setelah Niko melakukan hubungan intim dengannya Rima merasa ketegangan otot perutnya jauh lebih berkurang.Rima mencium bibirnya, dia tidak menolaknya dan malah memeluknya lebih erat. “Niko... ahh... ahhh, Niko,” lirihnya dalam desahan.Niko mencium bibirnya melumatnya sambil terus mendorong miliknya. “Rima, aku mencintaimu, aku akan mengikuti keinginanmu tapi jangan pernah mendorongku menjauh lagi...” desisnya di telinga Rima.Rima membuka matanya, keringat membanjir di sekujur tubuh polosnya dan rengkuhan kedua lengan Niko.Ketika ia sampai pada pelepasan yang kedua, Rima menggigit leher Niko secara spontan.“Engh, Niko, akh!”“Akh,” Niko memekik, dia juga
Última atualização : 2026-09-18 Ler mais