공유

Bab 40 Siapa

작가: Jackie Boyz
last update 게시일: 2026-09-21 07:35:56

Pada keesokan paginya. Rima meninggalkan sarapan di meja, dia juga meletakkan obat untuk diminum Niko.

Niko terjaga, dan dia melihat perban di telapak tangannya sudah diganti dengan yang baru. Niko beranjak bangun dan duduk. Dia mengingat tentang semua yang terjadi semalam. Dia selalu melakukannya dengan sepenuh hati, perasaannya tidak pernah berubah bahkan semakin dalam.

Ketika pergi ke kamar mandi dia melihat makanan sudah dimasak dan dihidangkan di meja. Di sampingnya ada beberapa obat.

N
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 42 Satu keluarga

    Rima melepaskan genggaman tangannya, Elguen segera turun dari tepi ranjang dan meletakkan kotak makan kembali di meja.Niko berjalan dengan langkah lebar. Dia tahu ini bukan ulah kakaknya. Pikirnya mungkin hanya kebetulan saja Elguen bertemu dengannya.“Bagaimana kondisimu?” tanyanya seraya menghambur untuk memeluknya, tapi Rima buru-buru menahan dada Niko dengan ujung jari telunjuknya sehingga membuatnya mengurungkan niatnya.Hanya selama beberapa saat, dengan santai Niko menepis tangan Rima ke samping lalu meraih punggungnya ke dalam pelukan erat.Kedua mata Rima berkedip, dia membeku dalam pelukan erat Niko. Pelukannya terasa hangat, dan aroma tubuhnya sungguh menenangkan pikiran.“Rima, aku sangat cemas sekali,” ujarnya sambil melirik ke arah Elguen yang sejak tadi berdiri di samping ranjang. “Niko, lepaskan aku.” Rima seperti bebek kecil yang terjerat jala. Dia menatap semua orang dengan tatapan serba salah. Rima memukul punggung Niko dengan pukulan pelan, tidak mungkin dia memu

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 41 Aku, suaminya...

    Rima terjaga, dia mendapati dirinya sudah berada di kamar pasien, masa kritisnya sudah berlalu. Tidak tahu berapa lama dia sudah berada di sana. Rima menatap kamar di mana dia berada saat ini, kamar yang sangat luas dilengkapi dengan perabotan. Kamar pasien kelas VIP. Tidak ada suara berisik bahkan suara ruangan sebelah juga tidak terdengar dari dalam ruangannya.“Rumah sakit? Siapa yang membawaku ke sini?” tanyanya pada dirinya sendiri.Tidak lama setelah itu, pintu kamar dibuka, seorang dokter masuk ke dalam ruangan.“Anda sudah bangun? Bagaimana perasaan Nyonya? Apa ada keluhan?”Jujur saja sekujur tubuh Rima masih sakit, ada beberapa bekas luka ditubuhnya akibat diseret oleh para preman yang sudah merundungnya.“Bagaimana kondisi bayi dalam perutku? Sebelumnya aku mengalami pendarahan.”“Kondisi bayi Anda baik-baik saja, tidak ada masalah serius. Bayi Anda kembar, keduanya baik-baik saja, dari hasil USG usianya sepertinya baru enam bulan jalan?” tebak dokter tersebut.Rima mengan

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 40 Siapa

    Pada keesokan paginya. Rima meninggalkan sarapan di meja, dia juga meletakkan obat untuk diminum Niko. Niko terjaga, dan dia melihat perban di telapak tangannya sudah diganti dengan yang baru. Niko beranjak bangun dan duduk. Dia mengingat tentang semua yang terjadi semalam. Dia selalu melakukannya dengan sepenuh hati, perasaannya tidak pernah berubah bahkan semakin dalam. Ketika pergi ke kamar mandi dia melihat makanan sudah dimasak dan dihidangkan di meja. Di sampingnya ada beberapa obat. Niko agak kesulitan ketika di kamar mandi, lukanya tidak boleh terkena air dan akhirnya dia hanya mengguyur tubuhnya dan memberikan sabun pada bagian tubuh yang bisa dia jangkau. Ketika keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat ponselnya berdering di atas meja makan. Niko masih membalut tubuhnya hanya dengan sehelai kain handuk. Melihat Rima yang menelepon senyum langsung mengembang di bibirnya, Niko merasa sangat senang. “Ya, Sayang?”Rima tersedak dan hampir memuntahkan air di mulutnya mende

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 39 Jangan usir lagi

    “Aku tidak mengerti apa maksudmu.”“Rima, kamu bukan tidak mengerti tapi kamu sengaja berpura-pura tidak mengerti...” desinya di telinga Rima. Niko mendekat lalu menyentuh bibir Rima dengan bibir tipisnya. Tubuh Rima gemetar, dia tidak ingin bercinta malam ini, sejujurnya dia hanya ingin tidur dengan nyaman. Tapi situasi saat ini sama sekali tidak memungkinkan untuk melakukan apa yang dia inginkan. Dia menggenggam erat gelas susu di kedua tangannya, menjaganya agar tidak tumpah. Bibirnya sudah terbenam dalam lumatan Niko. Rima ingin melepaskan ciumannya tapi semakin dia menghindar pagutannya semakin dalam, semakin gila, dan tidak terkendali. Dia baru sadar serigala lapar sudah terbangun dari tidurnya. Niko terus melumatnya dan hampir membuat Rima tidak bisa bernapas. Dia tidak berencana memberikan celah pada Rima untuk kabur. Rima merasa bibirnya lumer dan mulutnya sudah diacak-acak dengan lidah Niko. Jemari tangan kanan Niko menyentuh tengkuknya, meremasnya dengan agresif dan penu

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 38 Ingin mengusirku? Jangan mimpi

    Yosep menarik napas panjang. “Aku tahu kamu hanya tidak ingin keluarga ini hancur, tapi suatu hari bukankah kebenaran akan tetap terungkap?”“Tidak masalah jika bayi dalam kandungannya masuk ke dalam keluarga ini, toh aku sudah mengatakan pada semua orang bahwa dia pacarku. Dan jika suatu saat anak-anak itu tinggal di rumah keluarga Papa sudah tidak ada masalah lagi.” “Hahaha! Kamu lucu sekali, apa kamu tidak tahu Rima menolak semuanya? Dia lebih keras kepala dari yang kamu kira. Dia sudah mengatakan pada semua orang kalau dia tidak memiliki hubungan apa pun denganmu. Dia tidak akan pernah mau mengikuti permainan orang lain. Sudah jangan ganggu dia lagi,” tutur Yosep pada Elguen.Setelah keluar dari ruangan Yosep, Elguen menerima panggilan telepon dari Siska. Dia tahu Siska pasti ingin Elguen meralat kembali tentang semua yang dia katakan pada media. “Apa maksudmu? Kenapa kamu tiba-tiba terlibat dengan wanita asing bahkan kamu mengakuinya sebagai pacarmu? Apakah wanita itu layak men

  • Jatuh Ke Pelukan Orang Lain   Bab 37 Demi keluarga

    “Bukankah kamu datang hanya untuk mengantarkan makanan? Seharusnya kamu pergi setelah mengantarnya, kenapa malah masih di sini?” nada suara Rima terdengar seperti usiran.“Sebagai calon suamimu aku harus berada di sini minimal sepuluh sampai dua puluh menit.”Rima menyipitkan matanya, lalu membuka pintu rumah untuk mengusirnya. “Tidak ada yang akan menikah denganmu, aku tidak mau melakukan pernikahan yang tidak aku inginkan.”Elguen berdiri dari kursinya dia menatap Rima. “Lalu? Apakah kamu akan membiarkan gosip simpang siur menimpa keluargaku? Kamu menolak menikah dengan Niko demi reputasinya, aku datang menggantikan posisinya. Lagi pula ini hanya pura-pura, kenapa kamu terus menyulitkan keluarga kami? Kamu tahu Niko tidak akan berhenti?”Rima mengepalkan tangannya. “Pergi!” usirnya.Elguen segera meninggalkan rumah Rima. Rima mengambil bungkusan di meja lalu membuangnya ke tempat sampah di luar rumah.***Pada keesokan paginya, ketika Rima tiba di kantor semua orang heboh dengan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status