"Lepaskan seluruh dokumen kejahatan dan rekaman pengakuan itu ke media sekarang juga, Albert," bisik Reno seraya menatap layar tablet enkripsi di dalam kabin kedap suara Rolls-Royce. Di sampingnya, Vanya Adijaya tersenyum tipis seraya mengusap lembut pipinya yang baru saja ia kecup saat berada di Dermaga Empat. Keanggunan dingin sang Ratu Bisnis kini memancar sempurna di bawah pendar temaram lampu interior mobil mewah tersebut. "Hanya butuh sepuluh detik sampai reputasi busuk Group Nusantara hancur lebur di seluruh stasiun televisi," sahut Vanya dengan nada suara yang begitu tenang namun mematikan. Reno mengulas senyuman dingin, menikmati momen eksekusi yang sudah ia rancang dengan presisi tinggi. "Mereka mengira penyamaranku sebagai mandor proyek adalah sebuah kelemahan," ucap Reno pelan seraya membenarkan posisi kemejanya. "Padahal itu adalah umpan sempurna untuk menjebak mereka ke dalam jurang kehancuran." "Instruksi dilaksanakan, Yang Mulia," sahut Albert dari balik kemudi,
Terakhir Diperbarui : 2026-09-26 Baca selengkapnya