LOGIN"Reno, tolong jangan tinggalkan aku!" tangis mantan istrinya, berlutut memohon di tanah. Reno tersenyum dingin. Tiga tahun dihina sebagai pria sampah, kini penyamarannya usai. Identitas aslinya sebagai pewaris Elric Group dan Penguasa Bayangan terbongkar, membuat bursa saham berguncang dan para musuh gemetar ketakutan! Bahkan Vanya Adijaya, Ratu Bisnis paling cantik, menyerahkan seluruh kekuasaannya demi berlutut di ranjang Reno: "Malam ini, seluruh tubuh dan jiwaku milikmu, Reno."
View More"Mustahil! Buka pintunya sekarang juga!" jerit Sandy dengan napas memburu. Sandy menendang pintu kabin helikopter yang terkunci rapat dari dalam dengan sekuat tenaganya. Keringat dingin mengalir deras membasahi kemeja mewahnya yang kini kusut. "Maafkan saya, Tuan, seluruh kendali listrik mati total," sahut sang pilot dengan wajah pucat pasrah. Suara deru langkah kaki tegap mengepung seluruh sudut helipad dalam sekejap. Sandy menempelkan wajahnya ke kaca pintu, memandang ke luar dengan mata melotot ketakutan. Dari balik kegelapan atap gedung, belasan pria berseragam hitam melangkah maju secara serentak. Gerakan mereka begitu presisi, cepat, dan senyap bagaikan kelompok militer terlatih. Senjata otomatis di tangan mereka membidik tepat ke arah kabin helikopter yang tak berdaya. Rasa takut yang mencekam merambat pelan dari ujung kaki hingga ke kepala Sandy. Ini bukan petugas pemerintah biasa. Ini adalah Pasukan Khusus Elric, unit pengawal pribadi paling ditakuti di dunia bisnis inte
"Tahan mereka semua dan jangan biarkan siapa pun mendekat!" jerit Sandy dengan suara melengking panik. Sandy mendorong dua pengawal pribadinya ke arah barisan petugas yang baru saja mendobrak pintu kaca. Kepanikan membakar habis sisa harga dirinya. Tanpa memedulikan jeritan para stafnya, Sandy menyambar koper hitam berisi paspor dan dokumen aset luar negeri. Ia berlari kencang menuju pintu rahasia yang tersamar di balik rak buku jati ruang kerjanya. Pintu baja itu terbuka, memperlihatkan lorong khusus yang terhubung langsung ke lift eksekutif menuju atap gedung. Langkah kakinya berdenting keras menghantam lantai marmer. Rasa takut menggerogoti dadanya bagaikan ribuan jarum yang menusuk bersamaan. Ia merasa seperti seekor binatang buruan yang tersudut di dalam sarangnya sendiri. "Sialan! Bagaimana mungkin seorang pria kusam yang menyamar jadi mandor proyek punya kuasa menghancurkan perusahaanku dalam semalam?!" umpat Sandy seraya menekan tombol lift dengan brutal. Dinding kaca tra
"Lepaskan seluruh dokumen kejahatan dan rekaman pengakuan itu ke media sekarang juga, Albert," bisik Reno seraya menatap layar tablet enkripsi di dalam kabin kedap suara Rolls-Royce. Di sampingnya, Vanya Adijaya tersenyum tipis seraya mengusap lembut pipinya yang baru saja ia kecup saat berada di Dermaga Empat. Keanggunan dingin sang Ratu Bisnis kini memancar sempurna di bawah pendar temaram lampu interior mobil mewah tersebut. "Hanya butuh sepuluh detik sampai reputasi busuk Group Nusantara hancur lebur di seluruh stasiun televisi," sahut Vanya dengan nada suara yang begitu tenang namun mematikan. Reno mengulas senyuman dingin, menikmati momen eksekusi yang sudah ia rancang dengan presisi tinggi. "Mereka mengira penyamaranku sebagai mandor proyek adalah sebuah kelemahan," ucap Reno pelan seraya membenarkan posisi kemejanya. "Padahal itu adalah umpan sempurna untuk menjebak mereka ke dalam jurang kehancuran." "Instruksi dilaksanakan, Yang Mulia," sahut Albert dari balik kemudi,
"Bohong! Kau pasti menggertakku!" raung pimpinan baru Group Nusantara dari seberang saluran gawai dengan nada histeris yang makin kacau. Suara teriakan itu mendadak tenggelam oleh deretan panggilan masuk dari para investor besar yang menghujani ponsel sang direktur. Reno mematikan panggilan secara sepihak tanpa memberi kesempatan lawan untuk melontarkan makian balasan. Ia melempar gawai retak itu ke tanah tepat di depan lutut Bos Naga Hitam yang masih berguncang ketakutan. "Singkirkan seluruh pasukannya dan pastikan mereka tidak pernah menginjakkan kaki di kawasan pantai ini lagi," kata Reno seraya menoleh ke arah Albert. "Baik, Tuan Muda. Semuanya akan dibersihkan tanpa menyisakan satu jejak pun," jawab Albert seraya memberi isyarat tangan kepada tim keamanan khusus Elric. Puluhan anggota klan mafia itu bergegas bangkit, menyeret rekan-rekan mereka yang terluka dengan tubuh gemetar tanpa berani menatap wajah sang pimpinan tertinggi. Pelabuhan Empat yang tadinya tegang kini mend
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews