***Darah di tubuh Aurora seolah berhenti mengalir, jantungnya berdetak begitu keras.Deg.Deg.Deg.Aurora mundur satu langkah. “Tidak…” Tangannya mulai gemetar. “Tidak mungkin…”Ia menggeleng, matanya berkedip berkali-kali. Namun sosok itu masih ada. Pria yang selama lima tahun terakhir ingin ia lupakan, pria yang pernah menjadi suaminya, pria yang tidak datang ketika ia sendirian menghadapi kehilangan terbesar dalam hidupnya, pria yang memilih wanita lain ketika ia membutuhkan suaminya.Ingatan luka itu datang tanpa izin, dada Aurora terasa sesak.“Tenang…” Ia memegang dadanya. “Tenang, Aurora…”Namun semakin ia mencoba menenangkan diri, suara-suara di sekelilingnya justru terdengar semakin keras. Tawa orang-orang, suara musik, suara piring, suara langkah kaki. Semuanya bercampur menjadi satu. Berisik… Terlalu berisik. Seolah seluruh dunia sedang menertawakannya.Aurora menutup telinganya. “Tidak…” Air mata mulai memenuhi matanya. “Jangan…” Ia menggeleng keras. “Jangan datang…”Tub
Last Updated : 2026-09-29 Read more