***"Aku cuma menangis sebentar... nggak apa-apa kan?" tanya Aurora pelan, menatap River dengan binar mata yang redup.River menggelengkan kepalanya perlahan. Ia mengusap sisa air mata di pipi Aurora dengan ibu jarinya yang hangat, menyisipkan ketegasan yang tak teroyahkan dalam tatapannya."Ini terakhir kali kau menangis di kota ini, Rora," balas River dengan suara rendah yang amat mantap. "Mulai detik ini, kalau kau menangis lagi karena masa lalu itu... aku sendiri yang bakal memusnahkan orang-orang yang pernah membuatmu menangis."Aurora terkekeh halus, rasa hangat mendadak mengalir mengusir rasa dingin di dadanya. Pria di hadapannya ini selalu tahu cara membuatnya merasa aman."Ayo," ajak River lagi, mengukir senyum menawan di wajah tampannya. "Aku mau mengajak kalian ke restoran milik temanku. Di sana makanannya jauh lebih enak dan suasananya jauh lebih tenang daripada tempat itu.""Setuju! Perutku sudah berbunyi dari tadi," timpal Justin ceria, mencoba mengembalikan atmosfer men
Last Updated : 2026-10-09 Read more