登入Di malam paling menyakitkan dalam hidupnya, Aurora menelepon suaminya empat kali. Tak satu pun dijawab. Lucien sedang menemani Evelyn, perempuan yang selalu lebih penting daripada istrinya. Malam itu, Aurora kehilangan bayinya. Saat Lucien akhirnya menelepon, dia hanya berkata, “Evelyn sedang membutuhkanku. Kita masih bisa punya anak lagi.” Hati Aurora benar-benar mati. “Aku ingin bercerai.” Tanpa menunggu penjelasan, tanpa meminta kesempatan terakhir, Aurora menghilang dari kehidupan Lucien. Lima tahun kemudian, Lucien baru menyadari satu hal, dia telah kehilangan perempuan yang paling mencintainya dan ketika akhirnya menemukan Aurora, Lucien justru mendapati mantan istrinya sudah tidak membutuhkan dirinya lagi. Masalahnya, kali ini… Aurora tidak lagi ingin kembali. Lalu, seberapa jauh Lucien akan mengejar perempuan yang dulu ia tinggalkan?
查看更多***Theodore melangkah tegap memasuki ruang VIP restoran bintang lima di Paris, didampingi oleh cucu ketiganya, William. Hari ini adalah pertemuan krusial untuk menyegel investasi bernilai triliunan dari konsorsium teknologi terbesar asal Jerman.Di ujung meja, Herr Hoffman, petinggi tegas berdarah Jerman, berdiri menyambut mereka. Namun, pandangan mata tajam Hoffman langsung menyapu area belakang Theodore dengan kening berkerut."Selamat sore, Tuan Theodore," sapa Hoffman dingin dengan aksen Jerman yang kental saat mereka berjabat tangan. "Di mana River? Saya tidak melihat kehadiran pewaris utama Anda."Theodore tersenyum formal, mengibaskan tangannya santai seolah hal itu bukan masalah besar. "River sedang menyelesaikan beberapa urusan lain, Herr Hoffman. Namun tidak perlu khawatir, perkenalkan ini William, cucu ketiga saya. Ke depannya, seluruh kendali operasional dan kerja sama ini akan dipegang langsung oleh William."William menyunggingkan senyum percaya diri, menyorongkan tanga
***"Tuan, ada informasi penting dari jaringan Timur Tengah," ucap Kael, melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadi River dengan langkah terburu-buru.Ia meletakkan sebuah map dokumen tipis bernuansa hitam di atas meja kerja kayu jati yang dingin.River yang sedang menyesap kopi hitamnya menoleh, menatap Kael dengan alis terangkat tipis. "Ada apa?""Nona Aurora akan berangkat ke Dubai seminggu lagi," pangkas Kael tanpa berbelit-belit. "Dan penerbangan privat itu hanya diisi oleh dua orang... Nona Aurora dan Lucien Beaumont."Brak!River menghempaskan cangkirnya ke atas meja hingga air kopi hitam meluap membasahi dokumen. Binar mata hijaunya seketika menyalang tajam dipenuhi amarah yang membakar."Apa-apaan ini?!" bentak River dengan suara bariton yang berat dan membekukan. "Sediakan jet pribadi untuk minggu depan! Batalkan seluruh penerbangan itu dan urus visa atas namaku!""Jangan gegabah, Tuan!" potong Kael cepat, melangkah maju untuk menahan emosi tuannya. "Konsorsium Timur Tenga
***Suasana di dalam ruangan rapat di gedung Whitmore terasa tenang. Di satu sisi meja, Sheikh Rashid, mengenakan pakaian tradisional serba putih. Di sampingnya, Lucien tampil sempurna dengan jas gelap terpotong rapi, sementara Aurora dan Justin duduk berseberangan, meneliti draf kerja sama yang baru saja digeser ke tengah meja.Sheikh Rashid menyunggingkan senyum puas seraya menopang kedua tangannya. "Kerja sama ini adalah gebrakan besar. Formula aromatik yang dibuat oleh Miss Whitmore adalah intinya. Oleh karena itu, untuk penandatanganan kontrak final seminggu dari sekarang... saya hanya meminta dua orang yang terbang langsung ke Dubai, yaitu Miss Whitmore dan Mr. Beaumont."Kalimat itu seketika memotong keheningan ruangan.Justin mendadak menegakkan posisi duduknya. Keningnya berkerut rapat, binar matanya memancarkan keberatan yang tak berusaha ia sembunyikan."Tunggu dulu, Sheikh," potong Justin cepat, mengibaskan tangannya pelan. "Lengan Aurora masih dalam proses pemulihan pasca
***Aroma antiseptik dan cairan pembersih luka samar-samar menyengat udara di dalam penthouse malam itu. Di atas sofa, River duduk mengamati setiap pergerakan wanita di hadapannya.Aurora bergerak dengan sangat cekatan. Tangannya yang mengenakan sarung tangan medis tipis mengambil kasa steril, membalut bagian rusuk River yang terluka dengan balutan ketat yang amat rapi. Namun, ada keheningan mencekam yang merayap di antara mereka.Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit St. Jude hingga menaiki lift pribadi menuju penthouse, Aurora tidak mengatakan sepatah kata pun. River, pria yang biasanya selalu memiliki seribu satu cara untuk menggoda wanitanya juga memilih bungkam, menyisakan ketegangan yang kian menebal di udara.Dada River berdenyut nyeri, bukan karena jahitan di rusuknya, melainkan karena keheningan dingin Aurora yang terasa bagaikan siksaan yang lambat untuknya.Tidak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya, jemari tegap River terulur cepat. Ia memegang pergelangan tanga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論更多