Aku meletakkan gelas berisi air yang sudah dingin itu dengan lelah, lalu menggantung syal di gantungan baju.Jennifer keluar dari balik selimut dan menggenggam tanganku. "Dingin sekali!"Dia merapatkan kedua tanganku di dalam telapak tangannya, lalu menggosoknya beberapa kali.Kemudian, dia menoleh ke arah Xavier sambil menatapnya dengan sedikit kesal. "Xavier, tadi 'kan sudah kubilang kita tunggu Rachel sebentar. Kamu malah buru-buru."Xavier mengangkat kedua tangannya. "Ya, ya, salahku."Sambil berkata begitu, dia mendorong Jennifer kembali ke tempat tidur dan membungkusnya lagi dengan selimut."Tubuhmu lemah, gampang kedinginan, tahu nggak? Malah pergi menghangatkan tangannya."Kemudian, dia melemparkan sehelai handuk kepadaku. "Kalau kedinginan, cepat mandi air hangat. Nggak mungkin nunggu Jennifer merawatmu, 'kan?"Handuk itu menutupi kepalaku begitu saja. Lenganku yang membeku bahkan terlambat bereaksi.Aku perlahan menurunkannya, lalu diam-diam berjalan menuju kamar mandi. Air p
Read more