Short
Yang Tak Mau Tinggal, Tak Perlu Kukejar

Yang Tak Mau Tinggal, Tak Perlu Kukejar

By:  BaddyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
3.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah lulus, kami bertiga pergi ke Islandia untuk melihat aurora sebagai perayaan. Syal sahabatku, Jennifer, tertiup angin hingga terbang. Pacarku, Xavier, segera melepas syalnya sendiri, lalu membungkus Jennifer rapat-rapat agar tetap hangat. Setelah itu, dia menoleh kepadaku dan berkata, "Tolong ambilkan syal Jennifer ya. Itu syal kesayangannya." Aku berlari di tengah angin kencang dan mengejar syal itu cukup lama. Akhirnya, aku berhasil menemukannya. Namun, ketika aku kembali, aurora sudah menghilang dan mereka pun sudah tidak berada di tempat semula. Tak lama kemudian, ponselku menerima sebuah pesan. [ Kamu lama sekali. Jennifer kedinginan. Aku antar dia pulang dulu. ] Di negeri asing, aku berdiri di pinggir jalan, menunggu selama enam jam. Aku menghentikan lebih dari 20 mobil, hingga akhirnya ada seseorang yang bersedia memberiku tumpangan. Saat aku kembali ke hotel, hari sudah lewat tengah malam. Seluruh tubuhku membeku karena kedinginan, tetapi kulihat mereka sudah berbalut selimut, duduk berdempetan sambil melihat foto-foto yang mereka ambil hari ini. Mereka mengobrol tentang fotografi dan aurora, topik yang tak akan pernah bisa kuikuti. Saat melihatku, Xavier mengernyit. "Kenapa lama sekali? Aku sudah siapkan air hangat untukmu. Sana minum, hangatkan badan." Aku menyentuh gelas itu. Air di dalamnya sudah lama menjadi dingin. Kelelahan yang selama ini kupendam akhirnya meluap. Sudahlah. Aku langsung mengubah jadwal ke penerbangan paling dekat, lalu membatalkan reservasi hotel. Aurora yang memang tak bisa kuraih ... tak perlu lagi kukejar.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku meletakkan gelas berisi air yang sudah dingin itu dengan lelah, lalu menggantung syal di gantungan baju.

Jennifer keluar dari balik selimut dan menggenggam tanganku. "Dingin sekali!"

Dia merapatkan kedua tanganku di dalam telapak tangannya, lalu menggosoknya beberapa kali.

Kemudian, dia menoleh ke arah Xavier sambil menatapnya dengan sedikit kesal. "Xavier, tadi 'kan sudah kubilang kita tunggu Rachel sebentar. Kamu malah buru-buru."

Xavier mengangkat kedua tangannya. "Ya, ya, salahku."

Sambil berkata begitu, dia mendorong Jennifer kembali ke tempat tidur dan membungkusnya lagi dengan selimut.

"Tubuhmu lemah, gampang kedinginan, tahu nggak? Malah pergi menghangatkan tangannya."

Kemudian, dia melemparkan sehelai handuk kepadaku. "Kalau kedinginan, cepat mandi air hangat. Nggak mungkin nunggu Jennifer merawatmu, 'kan?"

Handuk itu menutupi kepalaku begitu saja. Lenganku yang membeku bahkan terlambat bereaksi.

Aku perlahan menurunkannya, lalu diam-diam berjalan menuju kamar mandi. Air panas mengguyur tubuhku. Akhirnya, aku merasa sedikit hidup kembali.

Namun, rasa nyeri di perut bagian bawah datang bergelombang. Xavier dan aku tumbuh bersama sejak kecil. Kami adalah teman masa kecil. Sementara Jennifer adalah teman sekamarku saat kuliah. Mereka saling mengenal karena aku.

Karena sama-sama menyukai fotografi, mereka kemudian menjadi sahabat yang bisa mengobrol tentang apa saja.

Padahal mereka berdua sama-sama pendiam, tetapi begitu bersama, seolah tak pernah kehabisan topik pembicaraan.

Aku juga pernah mencoba ikut bergabung dalam percakapan mereka. Namun, setiap kali aku bertanya, mereka hanya saling memandang, lalu tersenyum. "Kok kamu nggak tahu apa-apa sih?"

Saat keluar dari kamar mandi, kamar sudah gelap. Mereka sudah tidur. Aku meraba-raba menuju tempat tidur. Baru saja berbaring, tangan besar Xavier langsung merangkulku. Telapak tangannya dengan tepat menutupi perut bagian bawahku.

"Hari ini kamu lagi datang bulan, 'kan? Biar kuhangatkan."

Awalnya aku ingin melepaskan diri, tetapi akhirnya berhenti. Dengan rakus, aku menikmati kehangatan dari telapak tangannya.

Kami sudah saling mengenal selama 15 tahun. Aku selalu mengikuti di belakangnya. Sejak kecil, dia memang berbeda dari anak-anak lain. Dia adalah pemimpin anak-anak di kompleks kami, sedangkan aku hanyalah pengikut kecilnya.

Lima tahun lalu, akhirnya aku memberanikan diri menyatakan perasaanku kepadanya. Tak kusangka, dia menerimanya.

Semua orang tidak yakin hubungan kami akan bertahan, tetapi dia benar-benar menyayangiku. Dia selalu ingat jadwal menstruasiku, dia ingat aku mudah kedinginan sehingga di dalam tasnya selalu ada satu jaket tambahan untukku.

Namun, sejak Jennifer muncul, jaket itu tidak pernah lagi menjadi milikku.

Air mata yang kutahan semalaman akhirnya jatuh tanpa suara. Sepertinya dia merasakan sesuatu. Dia memelukku, lalu membalikkan tubuhku menghadapnya.

"Kenapa? Cemburu? Kondisi Jennifer memang kurang baik. Bukannya kamu sendiri yang memintaku lebih sering menjaganya supaya kamu nggak khawatir?"

"Sudahlah, jangan ngambek lagi. Jennifer bangunnya pagi. Kalau bangun kesiangan, nanti dia nunggu terlalu lama."

Tenggorokanku terasa seperti tersumbat sesuatu. Dengan susah payah, aku membuka mulut. "Aku tahu."

Tak lama kemudian, terdengar napasnya yang teratur. Namun, aku tetap membuka mata, tidak bisa tidur.

Mungkin Xavier sudah lama lupa. Empat tahun lalu, dia pernah berjanji akan melamarku di bawah cahaya aurora. Kini, aurora itu akhirnya muncul. Namun, yang melihatnya bersamanya ... bukan aku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status