Gerard menatap nanar ke Rachel. Mata yang biasanya tajam dan dingin seperti baja itu kini kosong, merah, dan berkaca-kaca. "Rachel," kata Gerard dengan suara yang pelan, tapi bergetar. Bukan Ms. Vels. Rachel. Rachel masih menunduk, memainkan ujung kaosnya, tidak berani menatap mata Gerard yang nanar itu. "Rachel, lihat saya," kata Gerard lagi, dengan suara yang sedikit lebih keras, dengan tangan yang terulur ingin menyentuh dagu Rachel agar menatapnya, tapi berhenti di tengah jalan karena takut Rachel menjauh lagi. Rachel akhirnya mengangkat wajahnya pelan, dengan mata yang berkaca-kaca, dengan bibir yang digigit. "Pak..." "Jangan panggil aku dengan sebutan Pak, Rae!" potong Gerard dengan cepat, dengan suara yang hampir berbisik, dengan napas yang berat. "Aku Gerard! Cukup dengan formalitas bodoh kita." Gerard menghela napas panjang, dengan dada yang naik turun menahan sakit yang ketiga kalinya. Rachel terdiam mendengar protes dari Ger
Last Updated : 2026-08-28 Read more