"Maaf, Ma... aku jatuh lagi, Ma..." bisik Gerard setiap kali jatuh, dengan suara seperti anak kecil yang takut dimarahi.Gerard sudah seperti anak balita yang baru belajar berjalan. Baru satu atau dua langkah dengan walker aluminium, lututnya gemetar hebat, keringat mengucur deras dari pelipis yang masih diperban, wajahnya meringis menahan sakit yang luar biasa di punggung, lalu jatuh kembali ke kursi roda dengan napas terengah."Ayo, sayang, satu langkah lagi, sayang. Kamu pasti bisa, sayang." tukas Tamara begitu lembut. Elena dan Tamara terus mendampingi Gerard di setiap langkah, di setiap jatuh, di setiap tangis karena frustasi tidak bisa berjalan. Tamara memegang lengan kiri, Elena memegang lengan kanan, keduanya menyemangati dengan kata-kata yang sama setiap hari.Gerard masih tak bisa berjalan dengan benar. Ada rasanya untuk menyerah saja. Tapi, anehnya setiap malam ia akan bermimpi yang sama. Mimpi yang sangat mengerikan baginya. "
Dernière mise à jour : 2026-09-04 Read More