“Hah! join? maksud kamu apa?” pekik Vabella melotot, kedua tangannya di taruh di pinggang. “Sayang!” seru Genta yang sudah berdiri di ambang pintu. “kamu lagi ngapain?” “Eh! emh … ini,” jawab Vabella terbata-bata, menoleh dengan menunjuk ke arah Theo—kelabakan. “Terima Kasih Pak, sudah mengantarkan tas saya,” tambah Vabella suaranya sengaja sedikit keras. Theo hanya menarik nafas, seraya menahan tawa. “Sayang, dia siapa?” tanya Genta menghampiri. “Ini—” jelas Vabella, tetapi ucapannya terpotong oleh Theo. Theo menjulurkan tangannya, dengan bersikap tetap tenang. Ia tersenyum, kedua matanya sedikit menyipit. “Manajer di tempat kerja Vabella, kebetulan tadi tas milik Vabella ketinggalan di dalam mobil saya.” “Oh, iya saya pacarnya Vabella,” jelas Genta menjabat tangan Theo. Melihat itu, Vabella melebarkan bola matanya. Masa lalu dan masa depan ada di hadapannya. “Kalau gitu saya permisi,” tutur Theo membalikkan badan. “Emh … masuk dulu aja Pak, sekalian kita ngobro
Huling Na-update : 2026-08-24 Magbasa pa