'Sial, sial, sial! Dari sekian banyak orang di perguruan ini, kenapa harus bocah bertopeng ini yang memergokiku?!' rutuk Hallim dalam hati.Dari sekian banyak kemungkinan buruk, justru yang terburuk lah yang menghampirinya. Padahal orang inilah yang paling ia hindari, tapi seolah kesialan sedang jatuh menimpa kepalanya malam ini."Oh? Selamat malam Tetua Agung, hehe," ucap Hallim sambil menampilkan senyum terpaksa yang lebih mirip ringisan tertahan. Ia berusaha menekan rasa gugupnya dan berkata lagi. "Waah, sungguh sebuah kebetulan yang luar biasa indah, eo?""Kebetulan yang indah?" ulang Tetua Agung Choi."Benar sekali! Itu dia," jawab Hallim dengan antusias. "Kebetulan yang sangat indah."Tetua Agung Choi mendengarkan."Tetua Agung, Anda pasti tidak akan percaya, tapi ini tidak seperti yang Anda pikirkan, aku tidak sedang mencoba kabur atau semacamnya, eo?" Hallim menelan ludah susah payah, berusaha memutar otak untuk mencari a
Last Updated : 2026-08-19 Read more